Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kesehatan

Jaminan Keamanan Makanan Dalam Pandangan Islam

Oleh: Nor Aniyah, S.Pd* Tim gabungan dari Kantor Badan POM di HSU bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Balangan, mendatangi Pasar Paringin dan Pasar Modern Adaro. Dalam operasi yang dilakukan tersebut tim memperoleh 27 sampel dari pedagang yang ada di Pasar Paringin. Berdasarkan pengujian yang dilakukan terhadap semua sampel diperoleh hasil ada empat sampel yang tidak memenuhi syarat atau TMS. Di mana sampel bahan makanan tersebut diketahui positif mengandung Rhodamin B atau pewarna tekstil (banjarmasin.tribunnews.com, 25/06/2019). Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) baru-baru ini juga masih temukan 2 sampel positif mengandung Rodhamin-B dari 32 sampel kue, makan, dan bahan pembuat makan dari para pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang jalan Abdul Azis hingga pasar induk Amuntai (kanalkalimantan.com, 21/06/2109). Beberapa bulan lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan dua ton bahan tambahan pangan (BTP) ya...

Geliat Rumah Sakit Syariah

Oleh: Nor Aniyah, S.Pd* Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) meraih penghargaan dalam upayanya mengantarkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Hasan Basry Kandangan menuju Rumah Sakit (RS) Syariah dari Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI). Direktur RSUD H Hasan Basry, mengatakan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum MUKISI di Ballroom Jakarta Conventions Centre (JJC), dalam acara International Islamic Healthcare Conference and Expo 2019. Menurut dia, selain pelayanan dan fasilitasi ibadah yang sudah dilakukan dan disiapkan oleh manajemen RSUD H Hasan Basri, rumah sakit juga akan menjadi RS Pelayanan Kesehatan Haji dan Umrah serta pelayanan Vaksinasi Meningitis dan Influenza (kalsel.antaranews.com, 23/03/2019). Ketua umum MUKISI mengatakan geliat rumah sakit berbasis syariah ini terus tumbuh dan berkembang bahkan menjadi tren, terbukti era milenium ini sudah tersebar di seluruh Indonesia kurang lebih 500 rumah sakit syariah, di antaranya berstatus rumah ...

Stunting dan Pentingnya Kesehatan Masyarakat

Oleh: Nor Aniyah, S.Pd* Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi, terutama pada 34 bulan atau 3 tahun pertama. Stunting mengakibatkan menghambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Pada skala makro, menurut World Health Organization (WHO), penyebab stunting sangat kompleks karena melibatkan berbagai sektor di sebuah negara. Selain itu, stunting juga bisa menjadi indikator dari pertumbuhan ekonomi politik, kesehatan, pendidikan, kebudayaan, pertanian dan sistem pangan, serta kondisi lingkungan hidup di sebuah negara. Tingginya angka stunting di Kalsel karena masih belum tercukupinya gizi pada sebagian besar anak-anak. Berdasarkan Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Provinsi Kalimantan Selatan untuk bayi stunting menunjukkan prevalensi yang cenderung fluktuatif. Dimana pada tahun 2015 balita stunting mencapai 37,25% dan menurun pada tahun 2016 menjadi 31,12% kemudian meningkat kembali pada tahun 2017 menjadi 34,15%. Karena it...

DBD Ancaman Mematikan yang Terus Berulang

Oleh: Nor Aniyah, S.Pd* Wabah Demam Berdarah benar-benar meneror masyarakat Banua. Jumlah kasusnya, terus bertambah setiap bulannya dan naik berlipat-lipat dibandingkan 2017 lalu. Kepala Dinas Kesehatan Kalsel mengatakan, sejak Januari 2018 hingga Januari 2019 kasus DBD yang mereka himpun dari 13 kabupaten/kota sudah mencapai 2.062 kasus. Setiap daerah rata-rata ada yang meninggal dua sampai tiga orang, lantaran DBD. Penyakit DBD sendiri paling banyak ditemukan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), dengan jumlah 352 kasus dan tiga angka kematian. Sementara terbanyak kedua ada di Kabupaten Banjar, dengan 305 kasus dan dua orang meninggal dunia.  Selain dua daerah itu, dia mengungkapkan, DBD di Kota Banjarbaru juga lumayan tinggi lantaran sepanjang 2018 mencapai 269 kasus. Hanya saja, tidak tercatat ada yang meninggal dunia. Kota Banjarmasin malah yang rendah, hanya 28 kasus. Tapi, dua orang meninggal karena penyakit tersebut, ungkapnya. Lebih lanjut dia menyampaikan, pesatnya kasu...

Lagi, Defisit BPJS Menjerat Rakyat

Oleh: Nor Aniyah, S.Pd* Seretnya kondisi keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, berimbas pada pembayar klaim peserta program kesehatan itu di RSUD Ulin Banjarmasin. Tak tanggung-tanggung, tunggakan yang harusnya menjadi pendapatan bagi rumah sakit milik Pemprov Kalimantan Selatan itu mencapai Rp 60 miliar. Kondisi ini diungkapkan Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, kepada wartawan di Gedung Ulin Tower Jalan Achmad Yani Km 2,5 Banjarmasin. Menurut dia, klaim pelayanan kesehatan yang seharusnya dibayar BPJS Kesehatan pada Oktober sebanyak Rp 24 miliar lebih, ditambah tunggakan pada November Rp 19,6 miliar lebih. Sedangkan, Desember ini diprediksi lebih dari Rp 20 miliar. Jadi, total tunggakan BPJS Kesehatan di RSUD Ulin sebesar Rp 60 miliar. Dengan kondisi itu, posisi RSUD Ulin menjadi dilematis. Satu sisi harus melayani pasien peserta BPJS Kesehatan, di sisi lainnya butuh dana operasional rumah sakit. Menurutnya, pada 2017, masih ada klaim yang belum dibayar lembaga p...